Fakta dari Berita Hoax, Kasus Begal Payudara di Gunungpati Semarang

SEMARANG Beberapa waktu yang lalu telah beredar berita di beberapa media sosial khususnya Facebook yang memberitakan tentang kasus begal payudara yang terjadi di Gunungpati Semarang.  Dimana sebuah postingan di Facebook yang menampilkan seorang pemuda yang babak belur sedang di iringi oleh warga dan juga beberapa aparat kepolisian.

Video yang beredar di Facebook tersebut membuat banyak netizen yang beramai-ramai memberikan komentar buruk setelah melihat video tersebut, dimana di postingan itu telah diduga seorang pemuda telah melakukan begal payudara terhadap 2 orang wanita.

namun berita tersebut adalah hoax, dikarenakan tidak memiliki informasi yang valid. Karena faktanya kronologi yang asli tidaklah demikian menurut keterangan dan klarifikasi dari keluarga korban.

“ Jadi korban yang di amuk massa karena diduga pelaku begal payudara tersebut adalah anak SMA berumur 16 tahun berinisial KW, yang dimana KW memiliki sebuah KW di daerah Gunungpati Semarang sini. Dan kronologi kejadian aslinya adalah ketika KW dalam perjalanan mengambil air dengan membawa sebuah galon di sebuah Mushola. Tiba-tiba dari arah belakang KW melaju sebuah motor yang dikendarai oleh seorang wanita yang berujung menyerempet anak tersebut, kemudian datang lagi dari arah lainnya pengendara motor wanita yang juga menyerempet anak tersebut ” tutur pengakuan dan klarifikasi dari keluarga korban

“dimana akhirnya KW mengejar para pengendara wanita wanita tadi lalu memukul bagian punggung dari 2 wanita tadi, yang kemudian 2 wanita tadi berteriak telah di begal, yang membuat warga sekitar berkerumun dan langsung main hakim sendiri atas anak yang berinisial KW tersebut 1” lanjut keterangan dari pihak keluarga dari si korban.

dikarenakan berita yang tersebut adalah hoax, dan telah tersebar di media sosial. Maka bagi oknum yang telah menyebarluaskan berita hoax tersebut tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu. bisa terkena pelanggaran terhadap beberapa pasal didalam Undang-undang.

Yaitu Pasal memposting video/ foto tanpa ijin, yang berbunyi :

Setiap Orang dilarang melakukan Penggunaan Secara Komersial, Penggandaan, Pengumuman, Pendistribusian, dan/atau Komunikasi atas Potret yang dibuatnya guna kepentingan reklame atau periklanan secara komersial tanpa persetujuan tertulis dari orang yang dipotret atau ahli warisnya.

Atas pelanggaran Pasal 12 ayat (1) UUHC, pelaku dapat dijerat pidana denda paling banyak Rp500 juta

Kasus atau Perkara Pencemaran Nama Baik Penghinaan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) diatur dalam ketentuan pasal 310 ayat (1) KUHP, yang berbunyi:

Barang siapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,000

Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,000

Penyebaran HOAX

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

maka dari itu masyarakat lebih dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam perkara menyebarkan sebuah berita, yang dimana harus ditelusuri terlebih dahulu keaslian sumber berita dan terhadap perkara yang lain, sehingga tidak melanggar Undang-undang yang ada

 

Bagikan halaman ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *